Turis ‘Ena-ena’ di Pantai, Diangkut Polisi Tapi Lanjut Lagi

Turis ‘Ena-ena’ di Pantai, Diangkut Polisi Tapi Lanjut LagiSahabat Fastrans Bandung Travel, Pantai Boracay memang terkenal sebagai tempat pesta terbaik Filipina. Mabuk, dua turis ini bercinta di depan banyak orang sampai ditangkap polisi.

Pulau Boracay di Filipina sungguhlah indah. Pulau ini dulu terkenal sebagai destinasi pesta terbaik di Filipina. Tapi bukan berarti pulau ini tak punya aturan.

Turis ‘Ena-ena’ di Pantai, Diangkut Polisi Tapi Lanjut Lagi

Dihimpun detikcom dari media Daily Mail, Sabtu (8/2/2020) sepasang turis liburan di Boracay. Turis pria berasal dari Australia dan sang wanita dari Inggris.

Jasmine Nelly dan Anthony Carrio berada di pantai saat siang hari. Mereka mabuk berat sampai tak sadar bersetubuh di depan banyak orang. Para pengunjung pantai kaget bukan main.
Baca juga: Heboh Sepekan: Turis Bercinta di Pantai, Ditangkap Polisi

Melihat aksi mereka, pengunjung pantai melapor ke kepolisian setempat. Saat polisi tiba, pasangan ini masih asyik ‘ena-ena’. Hardikan polisi tak mereka gubris. Mereka tak masalah jadi tontonan ‘panas’ meski ada anak-anak yang bermain di pantai.

“Mereka sangat mabuk sampai tidak peduli keadaan sekitar dan tetap melanjutkan kegiatan mesum,” ujar Kopral Polisi Joel Banga-ora.

Mereka berdua sudah telanjang. Bagian tubuh Jasmine dan Anthonny jadi tontonan. Polisi geram, akhirnya dua pemuda ini dipisahkan dengan paksa dan diangkut dengan mobil. Tapi hasrat rasanya masih belum selesai. Setelah diborgol, dua insan ini lanjut bercinta di atas mobil! Polisi setempat sampai kehabisan akal.

Baca Juga : Hilang 100 Tahun, Kapal Perang Jerman Muncul Ke Permukaan

Mereka ditahan di Kantor Polisi Kota Malay. Sang pria bahkan sempat mencoba melarikan diri sebelum ditangkap. Setelah mereka sadar, dua turis ini di diberikan sanksi senilai Rp 1,5 juta per orang untuk skandal yang terjadi. Kemudian sang pria harus menambah sanksi pelanggaran instruksi petugas senilai Rp 700 ribuan.

Setelah membayar denda dua turis ini dilepaskan di hari yang sama. Mereka diminta untuk hadir di persidangan yang telah dijadwalkan pada Februari ini.

Kalau mereka tidak datang, nama dua turis ini akan dilarang untuk masuk ke Filipina. Namun kenyataannya, dua turis ini sudah melanjutkan perjalanan ke Kota Cebu.

Sumber : Detik Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *