Dusun Bambu

dusun-bambu-lembang Bandung

Dusun Bambu Lembang

Sebagai kawasan wisata yang dianugrahi alam pegunungan yang indah, Lembang sering dijadikan tujuan oleh mereka yang ingin menikmati kebersamaan. Hawa yang sejuk dan nuansa alam yang segar adalah alasan utama kenapa banyak sekali orang yang ingin ke Lembang.
Dusun Bambu Lembang

Dari sekian banyak tempat keren di Lembang, salah satu yang menarik untuk dikunjungi adalah Dusun Bambu. Ibarat tempat belanja, Dusun Bambu adalah mall dimana kita bisa mendapatkan banyak hal dalam sekali kunjungan. Dusun Bambu merupakan kawasan ekowisata yang terdiri atas banyak sekali tempat dimana masing-masing tempat memiliki nama dan fungsinya masin-masing.
Dusun Bambu Lembang Bandung

Kamu mungkin telah mengetahui tentang Dusun Bambu ini melalui foto-foto yang banyak beredar di Instagram. Kebanyakan pengunjung Dusun Bambu mengupload foto sedang berada di sebuah tempat yang bentuknya mirip sangkar burung. Tempat itu disebut dengan Lutung Kasarung yang merupakan sebuah kafe. Lokasi Lutung Kasarung yang berada di atas pohon inilah yang membuat banyak orang semakin penasaran dengan Dusun Bambu.
Sejatinya, Lutung Kasarung hanyalah satu dari sekian banyak tempat yang ada di Dusun Bambu. Seperti yang sudah disinggung, Dusun Bambu merupakan sebuah one stop holiday dimana kita bisa mendapatkan banyak hal di sana.
Dusun Bambu Lembang Bandung

Selain bisa makan dan nongkrong di kafe (Lutung Kasarung), kita jug bisa berbelanja di Pasar Khatulistiwa, menginap di villa Kampung Layung atau menikmati suasana camping modern di Sayang Heulang. Untuk lebih detailnya, berikut ini adalah tempat-tempat yang ada di Dusun Bambu.

Sayang Heulang
Tempat ini merupakan tempat camping yang didesign dengan nuansa modern. Namanya juga camping, tentu saja kita akan bermalam di sebuah tenda. Namun, alas yang digunakan di tenda ini bukanlah matras seperti yang kita gunakan ketika naik gunung melainkan kasur ala hotel. Konsepnya memang menggabungkan unsur hotel serta alam bebas. Beberapa fasilitas sudah disediakan untuk pengunjung yang ingin camping di Sayang Heulang. Termasuk perlengkapan jika ingin bakar-bakaran alias BBQ.

Burangrang
Burangrang merupakan sebuah kafe yang ukurannya lebih besar dibandingkan Lutung Kasarung. Jika Lutung Kasarung lebih didesign sebagai semacam tempat kencan, Burangrang lebih didesign untuk gathering dengan jumlah orang yang lebih banyak. Lokasi kafe berada di tempat yang lebih tinggi dibandingkan tempat-tempat lain di Dusun Bambu. Dari kafe ini kita akan mendapatkan view yang lebih indah. Gunung Burangrang akan terlihat dari kafe ini.

Lutung Kasarung
Inilah tempat yang mungkin sering kamu lihat fotonya di Instagram. Lutung Kasarung. Tempat ini merupakan sebuah kafe yang didesign seperti sangkar burung. Letaknya pun berada di atas pohon. Lutung Kasarung ini merupakan tempat yang sangat cocok untuk nge-date karna memang itulah tujuannya dibuat tempat ini.

Saung Purbasari
Masih tentang makanan, di Dusun Bambu ada tempat makan lain yang konsepnya tidak kalah keren. Namanya adalah Saung Purbasari. Di sini kita bisa makan di gazebe-gazebo yang terbuat dari bambu dengan kapasitas hingga 12 orang. Yang asik, lokasi gazebo-gazebo tersebut berada di pinggir danau. Menu yang disajikan di Saung Purbasari merupakan menu-menu Indonesia, terutama masakan Sunda.

Pasar Khatulistiwa
Di Dusun Bambu kita tak cuma bisa makan dan menginap, ada juga sebuah tempat belanja yang suasananya sangat berbeda. Tempat tersebut dinamakan Pasar Khatulistiwa. Di tempat ini kita bisa membeli oleh-oleh, baik itu cendera mata atau makanan ringan. Jika melihat ke atas, kita akan melihat kap-kap lampu yang terbuat dari bambu yang artistic.

Kampung Layung
Selain Sayang Heulang yang mengusung konsep camping modern, kamu juga bisa menginap di Kampung Layung jika ingin menghabiskan malam di Dusun Bambu. Penginapan ini merupakan jenis villa. Seperti tempat-tempat sebelumnya, bangunan villa di Kampung Layung juga berkonsep alam dimana banyak bahan yang terbuat dari kayu dan bambu. Atapnya bahkan juga terbuat dari daun-daun kering seperti beberapa rumah adat di Indonesia.

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *